Nikmatnya Disapa

안녕 하세요… Assalamualaikum… Selamat malam….🙂

Ini hari ke-6 saya tinggal di Cheongju, Korea Selatan. Hari ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Perasaan saya sangat bahagia. Kenapa sangat bahagia? Karena entah faktor apa, hari ini banyak orang yang tersenyum pada saya. Biasanya orang melihat saya bingung, mungkin karena menggunakan jilbab. Tapi kalau disapa, seperti menghindar untuk melihat atau bagaimana. Perasaan saya seringkali merasa tidak enak kalau seperti itu. Kadang saya berfikir, jangan-jangan saya di ITB dulu kayak gitu, kalau lihat mahasiswa asing (afrika, malay, dll) mungkin tatapannya seperti orang-orang sini melihat saya. Tapi rasanya biasa saja. Karena posisi saya berbeda dengan sekarang. Hmm… Ternyata rasanya tidak enak.🙂 Makasih Tuhan telah mengingatkan saya.

Pelajaran 5 hari pertama, mungkin saya harus belajar cuek dengan hal-hal seperti itu. Ada benarnya juga. Karena orang asing yang tinggal disini baru ada sejak 7 tahun yang lalu. Untuk yang berkerudung. Kata beberapa teman baru 2 tahun yang lalu. Dan jumlahnya tidak lebih dari 5 orang. Kita bisa pahami yah kalau begitu.

Tapi itulah. Saya baru merasakan nikmat luar biasa dari yang namanya ‘disapa’, ‘ramah’, ‘senyum’  dan sejenisnya. Di Indonesia budaya kita sebenarnya seperti itu. Menyapa, tersenyum. Kalau orang Islam, menyapa dengan ‘Assalamualaikum’. Sebenarnya di semua negara juga seperti itu. Tapi mungkin sekarang sudah mulai menurun. Padahal budaya itu luar biasa ampuh untuk mencairkan suasana. Membuat hidup tidak terasa asing.

Huf… Nikmatnya disapa…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s