Simple But Priceless

Tidak perlu merasa sama, senasib, atau se-apa-lagi-namanya untuk menolong orang lain. Bahagianya saya hari ini(tulisan ini dibuat sehari yang lalu). Seseorang membantu saya mencari tempat untuk shalat.

Cerita berawal dari mencari tempat di dekat lab untuk shalat. Hari sebelumnya saya sudah pernah kesana tapi diantar oleh senior.  Skearang saya cari sendiri. Dan nyasar.🙂 Saya kesulitan karena semua petunjuk atau keterangan ruangan ditulis dalam huruf hangeul. Dan tidak banyak orang yang bisa berbicara bahasa Inggris. Sempat nyasar masuk ke ruangan salah seorang dosen. Dia terkejut, untungnya tidak marah-marah. Malah mengajak ngobrol, “odieso wasso?”.🙂 Fiuh! Disangka semua orang sini bad temper dan gak ramah. Saya salah.😛

Sempat ngobrol dengan bahasa Korea sekenanya sekitar 5 menitan. Setelah itu saya keluar. Dan terlihat bodoh membaca hangeul-hangeul yang ada di depan pintu. Sempat merasa kesel sama diri sendiri, kenapa lupaan dan gak lancar bahasa Korea. Tapi sebelum kesalnya meningkat, ada seorang gadis menggunakan rompi kuning menyapa. “Can I help you?”

A simple word thousand meanings… Kalau denger ini di restauran gitu kayaknya biasa aja. Tapi kali ini lagi super sangat banget kesulitan. Denger kata itu merasa sangaaaaaaaaaaaat bahagia. Hati merasa lega. Lalu saya minta dia membaca hangeul ini, “Does it mean ‘Power Elctronics Lab’?”. Dan dia mengiyakan.

Alhamdulillah. Akhirnya nemu juga tempat shalat. Setelah itu saya langsung belajar ke senior lab tentang beberapa istilah yang memudahkan saya mencari beberapa tempat di kampus.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s