Aku dan Konversi

Kesepian… Kesendirian… Membuat saya jadi merenung dan terbawa pada memori beberapa tahun belakangan ini. Teringat masa-masa di laboratorium konversi. Saya jadi pengen buat tulisan tentang lab yang satu ini. Saya ingin membuat beberapa seri tulisan. Inilah yang pertama…

Pertama kali mengenal lab ini dimulai dengan mendaftar menjadi asisten salah satu praktikum di jurusan saya. Merasa mendapat sangat banyak pembelajaran, saya jadi tertarik bergabung di lab ini. Namun setelah memperhatikan lebih detil. Kayaknya tidak ada orang semacam saya disini. Semuanya kayaknya puinter parah. Dan akhirnya saya mengurungkan niat bergabung dengan lab ini. Dan mencari dosen di lab lain yang kira-kira pas dengan saya.

Di lab lain, saya gak ngerti juga. Oh,,, Kayaknya ini saya bukan salah lab. Tapi salah jurusan.😛 Sampai akhirnya saya mengambil mata kuliah lab konversi. Dan? Tidak lulus dengan nilai 0 besar. Alias E.

Pengalaman yang sangat menyedihkan. Karena di semester itu, selain nilai mata kuliah tersebut, nilai-nilai lain pun hampir mendekati nol juga. Hiya… Lagi-lagi, kesedihan, kegagalan, kesepian, seringkali membuat saya merenung dan kemudian berfikir lebih keras. Hufh, mungkin Tuhan memberikan kemirisan seperti itu memang hikmahnya besar.

Akhirnya saya mencoba merubah cara saya berfikir terhadap mata kuliah 0 besar tersebut. Berfikir bahwa itu mudah. Dan santai saja belajarnya. Dinikmati kebosanan kelasnya. Kerumitan soal-soalnya. Mencoba konsisten dari awal sampai akhir. Dan ternyata apa? Saya benar-benar menikmati proses belajarnya. Saya ternyata menyukai mata kuliahnya. Saat mulai menikmati lah, saya kemudian berfikir untuk bergabung dengan lab konversi.

Kali ini tidak peduli pintar atau tidak diri saya ini. Yang penting saya suka dengan mata kuliah yang dapat dikatakan banyak digunakan di lab ini. Saya mengikuti proses bimbingan, menonton kakak kelas dan teman seangkatan yang lulus duluan dibantai dengan berbagai pertanyaan. Tanpa disadari, menonton itu membentuk pola pikir saya dan memudahkan saya memahami apa yang sedang dipelajari di mata kuliah 0 besar tersebut.

Dan saya berhasil mendapatkan nilai A. Alhamdulillah. Senang bukan kepayang. Dari situ lah, saya optimis, untuk mengerjakan Tugas Akhir di lab ini.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s