KAYA VERSI KELUARGA RICH

richie1Setelah mengantar Ummii bertemu dengan teman SMA nya untuk reunian, saya pulang dan menonton tv di rumah. Salah satu tayangannya adalah Richie Rich. Ya, film lama itu. ENtah kenapa tidak bosan saya menonton film tersebut.

Richie seorang anak dari keluarga kaya raya yang ditinggal pergi oleh orang tuanya. KEmudian kedua orang tuanya dicelakai pesawatnya oleh orang kepercayaan mereka. Dengan menaruh sebuah bom di pesawat. Hanya saja tidak berhasil membunuh kedua orang tuanya.

Kisah ini tentu saja sudah banyak orang yang tahu, termasuk anda. Yang ingin saya bahas adalah nilai-nilai yang dapat diambil dari film ini. Keluarga Richie menyadarkan kita, bahwa sebenarnya, kekayaan adalah sumber kebahagiaan mereka. Dan itu bukan lah emas, uang, istana dan lain sebagainya. MElainkan kenangan-kenangan indah bersama orang terkasih. Kekayaan mereka teukur dari kualitas hubungan dengan orang-orang dekat mereka.

Di akhir cerita, Richie bertanding baseball dengan teman-temannya. KEmudian mereka menang. Ricihie yang menentukan kemenangan tersebut dengan pukulannya yang melemparkan bola menjadi sangat jauh. Setelah menang RIchie disambut riang gembira dengan teman-temannya. MElihat anaknya bahagia dan memiliki banyak teman yang menyayanginya, kedua orang tua Richie kemudian berkata, “Anak kita sekarang sudah benar-benar menjadi anak terkaya sedunia!”

SETIDAKNYA MASYARAKAT MULAI BERUBAH (little)

Alhamdulillah, walaupun hanya quick count, kita saat ini sudah bisa melihat gambaran perkiraan akademis hasil pemilihan umum Indonesia. Kebahagiaan saya ini, jangan sampai membuat anda berfikir kalau saya salah satu pendukung partai pemenang tersebut yah. Hehe.

Pemilu tidak berjalan dengan sangat lancar. Banyak orang yang berhak memilih tetapi tidak terdaftar di DPT, ada yang belum sampai logistik seperti di Papua, ada yang sudah mendapatkan A5 tetapi tetap tidak bisa memilih, masih saja ada money politik, dll. Ini realita kita saat ini. Akan kah kasus-kasus di atas dapat menggugat hasil pemilu sekarang? Saya hanya dapat berkata, KPU memang belum bisa menyelenggarakan Pemilu dengan baik. Tapi harus saya akui juga, sebagai warga negara, i don’t have any idea about how to fix that.

Tetapi terlepas dari itu semua, saya merasakan beberapa indikator kemajuan pada Pemilu kali ini. DIbandingkan sebelumnya. Karena saya mulai mengamatinya baru 2004 dan 2009 ini. Salah satunya adalah turunnya prestasi beberapa partai yang memang tidak memiliki kekuatan ide di tengah masyarakat. Dalam hal ini, saya mengabaikan apakah ide tersebut berhasil atau tidak. Tetapi yang penting adalah ada usaha untuk memberikan solusi terhadapĀ  permasalahan. Dan mungkin memang jarang kita temukan partai-partai yang konsentrasi terhadap hal itu. Sebagian besar partai memberikan janji, sambil mereka pun berfikir bingung sendiri, ‘gimana ya cara merealisasikannya…uhm…

Masyarakat kini sudah lebih pintar. Kalau dulu mungkin masih banyak desa-desa yang bisa dibikin menjadi satu suara, tapi untuk sekarang hal tersebut sudah menjadi sangat sulit. Masyarakat pun tidak lagi mudah untuk digiring ke suatu partai dengan banyak janji menggiurkan. Kita sudah dapat menilai tingkat reability dari janji-janji tersebut. Yang kosong, akan terasa kosong. Yang berisi akan terasa berisi. Boleh saya katakan, dan ini bisa menjadi peringatan untuk para politikus, masyarakat kita saat ini sudah bukan masyarakat di tahun 1999 atau 2004. Atau khususnya untuk Megawati, masyarakat kita saat ini sudah tidak sama dengan yang bapaknya dulu pimpin. Ini 2009! People change! Walaupun perubahannya masih kecil. Tidak terlalu besar. šŸ˜€

Kedepannya, saya berharap proses demokrasi di Indonesia akan menjadi lebih baik. Dengan pendukungnya adalah masyarakat-masyarakat yang tinggi tingkat pendidikannya. Sehingga meningkatlah keberdayaannya untuk menggapai cita-cita dan keinginannya. Kita tidak bisa selamanya mengandalkan figur pemimpin untuk menjadikan bangsa kita maju.Tetapi kita secara pribadi dapat ikut serta menentukannya.

Hal ini bisa dijadikan program kerja yang progresif untuk kemajuan bangsa kalau setiap partai politik mengerti. Memajukan suatu bangsa adalah memajukan kualitas individunya. Bukan menurunkan BBM nya, sembakonya. Yang dinaikkan adalah harkat dan martabat manusianya.

Jayalah Indonesia…!