Gaya Ummi dan Abi: ‘make it up!’

Berkumpul bersama keluarga merupakan hal yang amat menyenangkan. Keluarga akan selalu menerima keadaan kita, tentu saja, buktinya sampai saat ini kita bisa bertumbuh dan berkembang. Tanaman tidak mungkin dapat melakukannya, jika tanahnya tidak mau menerimanya. Bisa jadi terlalu banyak kandungan air, terlalu kering, pokoknya tidak pas. Bagi saya, keluarga seperti lahan yang akan menerima saya apa adanya. Tetapi tidak hanya menerima, seperti yang saya jelaskan di atas, keluarga membiarkan saya bertumbuh dan berkembang.

at mentengBEtapa besar arti keluarga bagi kehidupan saya hingga saat ini. Dan rupanya, saya tidak salah merasa sangat beruntung. Saya memiliki orang tua yang amat pengertian. Mereka mengenal betul putrinya yang satu ini. Mereka cukup untuk menjadi teladan saya sampai saat ini. Memiliki kakak yang terlihat cuek dan menyebalkan, padahal sebenarnya dia seorang yang paling baik untuk saya. Adik-adik yang lucu, cerdas dan dapat menjadi teman bermain yang paling seru.

Anda mungkin tidak percaya, jelas. Tidak seindah itu juga. Tentu saja ada intrik-intrik yang pernah kami alami dan mengganggu keharmonisan semuanya. Tapi yang saya lihat, selama ini segala hal yang menjadi permasalahan berhasil di ‘make it up’ oleh kedua orang tua saya. Itu yang membuat saya sering merasa lega setiap kali datang sebuah masalah. Ummi dan Abi tidak akan membiarkan kita larut dalam masalah, yang mungkin sangat besar, tetapi mereka tidak akan membiarkannya mejadi sesuatu yang akan menjadi beban kita di kemudian hari.

Pernah suatu ketika, saya memiliki masalah dengan kakak saya. Entah apa sebabnya, saya menjadi marah dengan seisi rumah, Ummi, Abi dan bahkan adik-adik saya. Saya berfikir bahwa ini semua tidak adil. Dan yang saya rasa, kedua orang tua saya, segera, ‘make it up’. Segera. Sehingga saya gak perlu lagi capek-capek menghabiskan waktu banyak di luar untuk pundung. Dan ‘make it up’ itu juga tidak berarti sikap saya dibenarkan, melainkan mereka mencoba mencairkan suasana dan mengajak berdiskusi. Kedua orang tua saya memberikan pengertian kepada saya dan kakak saya. Saya rasa ini adil. Mungkin memang awalnya orang tua saya bisa jadi salah. Tapi yang bikin saya bangga adalah mereka belajar untuk mendengar, mengerti kemudian segera untuk menyelesaikan permasalahan.

Keluarga yang merupakan surga dunia pun tak lama tercipta lagi. Saya yakin, banyak kisah keluarga yang menyenangkan dan bikin bangga lain di atap-atap rumah teman-teman semua. Bangga, karena setiap keluarga pasti memiliki ‘local wisdom’ yang berbeda satu sama lain. MAri kita berbagi kebahagiaan!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s