ANAK KECIL JAMAN SEKARANG

Kemarin baru saja koneksi internet si rumah saya selesai. Sekarang penggunannya bisa unlimited, soalnya kami jadi punya 4 router dan sebuah akses point. Jadi tak terbatas untuk yang menggunakan akses pioint ini. Uniknya, setelah dipasang, setiap orang di rumah saya bisa mengaksesnya. KArena ternyata ada beberapa device yang kami punya, bisa koneksi dengan wireless. Bahkan adik saya yang kelas 2 SD pun bisa menggunakannya bersama-sama.

Website yang pasti dibuka bersama adalah facebook. Dengan cepat, adik saya belajar menggunakan fitur-fitur yang ada di dalamnya. Bahkan dia tampak lebih aktif mencoba ini itu. Di waktu lain, adik kecil saya menemukan sebuah buku diary milik kakak saya saat SD. Kira-kira isi bukunya seperti berikut: Data pribadi yang lengkap milik kakak saya, peraturan pengisian buku diary, dan diikuti data-data lengkap teman-teman yang mengisinya, termasuk saya. TEman-temannya tersebut memberikan data pribadi, testimoni, tebak-tebakan dan atau pantun di akhirnya. Oia, tak lupa tanda tangan.

Saya hanya tersenyum-senyum melihatnya. Lalu kakak saya bilang, “Nda, kalau zaman kita dulu, buku diary kayak gitu tuh kayak Facebook nya zaman sekarang”.
Saya langsung mikir. Iya juga yah. Habitnya masih sama, tapi FAcebook emang memfasilitasi gaya hidup yang sama dengan teknologi berbeda. TEntunya lebih memudahkan. Wah, wah, zaman memang sudah berbeda.

Nanti zaman saya punya anak kayak gimana ya gaya hidupnya? :-?g

MEMBACA PAPER (2)

Tadi sore iseng-iseng buka milis PADRG, dan ternyata banyak postingan yang sudah saya lewatkan. Salah satunya membahas tentang cara membaca paper yang efektif. Menurut dosen saya yang lain ini, ada cara yang paling efektif, yaitu dengan menerjemahkan paper. Penasaran, saya langsung coba menerjemahkan sebuah paper. Sampai tulisan ini dibuat, saya baru saja selesai menerjemahkan sebuah paper dengan 6 halaman. Dan saya merasa jauh lebih mengerti isi paper tersebut daripada sebelumnya. Saya sudah baca paper tersebut dua kali sebelumnya. Benar-benar efektif. TEtapi memang membutuhkan momen yang santai banget. Kalau nggak, pusing.

Tapi inti dari semua cara sih menurut saya adalah niat. Seberapa bener dan kukuh niat kita untuk mencoba memahami sesuatu yang sebelumnya kita tidak mempunyai gambaran. hoho. Teuteup niat mah nomor satu yah dimana-mana.

So? Try it! I bet you will! 😛

Selamat memahami paper-paper anda…. 🙂