BATAM (6)

Jembatan Barelang merupakan salah satu tempat yang harus dikunjungi kalau sedang bermain-main ke Batam. Jembatan ini ada enam atau tujuh buah saya lupa. Yang jelas jembatan ini menyambungkan beberapa pulau kecil di sekitar. Juga Batam itu sendiri. Jembatan dua, tiga, empat dan seterusnya biasa saja. Yang unik bentuknya hanya jembatan pertama saja.

Ini saya punya beberapa fotonya.

Kalau berhenti disini enaknya sore hari menjelang maghrib. Selain udaranya yang sudah banyak angin dan mulai teduh, kita juga dapat melihat matahari terbit disini. Pasti indah sekali. Cuman yang bikin agak malas, kalau sudah mendekati jam segitu atau malam, sudah banyak pasangan-pasangan yang bermotor berdua-duan disana. Duh, jadi gak indah lah pemandangannya. Jadi malah kayak Gang D*** di Surabaya.

Jembatan ini kalau dilihat konstruksinya, mirip dengan jembatan layang di Bandung, PaSupati. Konstruksi yang didesain untuk tahan terhadap gempa. Hanya saja disini besi-besi besar itu tidak dicat oranye seperti di Bandung. Jumlahnya pun ada dua, kalau di Bandung kan hanya satu saja. Kalau boleh dibilang, Batam punya megah, Bandung punya Indah.

Di sepanjang jembatan ini juga dapat kita jumpai seafood. Yang seru, tempatnya biasanya berupa kafe terapung. Lautan di Batam bukan samudera. Jadi perairannya sangat tenang. Cocok untuk kafe model seperti ini. Sambil menikmati rajungan dengan bumbu asem pedas, sotong goreng tepung, udang steam dan lembutnya rasa buah kelapa muda, kita dapat melihat indahnya pulau seberang dan birunya laut. Sempat saya melamun dan membayangkan bermain canoo di perairannya. Terlebih saya melihat pemandangan ini. Tapi untuk orang-orang yang takut air atau naik perahu, tentunya kafe ini tidak saya rekomendasikan. Boro-boro makan, melihatnya saja mungkin sudah mual-mual.

Melihat seorang anak kecil duduk beristirahat dengan canoo nya. Rasanya ingin bilang ke adik kecil ini, “Dik, minjem bentar boleh?”. Tapi tidak enak. Soalnya suasana saat saya kesana kurang santai. One day may be.

Nah, mungkin segitu dulu ceritanya. Nice to share.

4 thoughts on “BATAM (6)

  1. auliafeizal says:

    klo gak salah itu jembatan gantung pertama di Indonesia din (cable stay klo gak salah namanya CMIIW),
    Yang di Bandung juga jembatan gantung, tapi konstruksinya lebih sederhana, klo kata orang sipil mah begitu.
    Kayak di luar negeri tau klo foto disana

  2. auliafeizal says:

    duh keputus..

    jadi itu jembatan digantung sama kabel2 segede gaban, canggih lah klo kata orang sipil mah, makanya jadi landmark

  3. @auliafeizal:
    o gt…
    yup bener kyak di luar negeri. tapi kalau maju atau mundur dikit. indonesia lagi deh…hehe.
    canggihnya kenapa cap? kabel segede gaban buat apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s