DIA MENYUKAI KESEMPURNAAN

Sebagai mahasiswa, mungkin tugas, proyek, kuliah dan sejenisnya akan menjadi bagian dari hidup yang menyita perhatian kita. Juga waktu kita. Kadang tidak sesuai dengan harapan kita, mereka datang begitu bertubi-tubi dan tak mengenal kesiapan kita. Artinya apa? Kita harus siap selalu dan mampu membangkitkan diri kita, kapan saja dan dimana saja. Tidak bisa lagi mengandalkan dosen, sahabat, atau mungkin teman dekat. Semua harus dibangkitkan dari diri.
Manusia tidak dapat melepaskan diri dari persepsi. Karena manusia memiliki memori berupa pengalaman hidup, yang isinya berbeda-beda pada setiap orang. Sehingga manusia cenderung memperkirakan sesuatu. Termasuk memperkirakan kemampuan dirinya.
Namun kadang, kurang beruntung, kala manusia salah memperkirakannya. Salah mengasumsikan dirinya. Hanya karena pikiran-pikiran negatif yang ia miliki. Ketidak sanggupan, kerendahan diri, merasa tantangannya terlalu besar untuk dirinya dan sejenisnya. Kadang ada benarnya. Namun menjadi rugi kalau itu salah.
Semangat hilang karena asumsi. To Do List kita menumpuk dan hanya karena melihat jadwal yang padat, lantas kita berusaha menggugurkan salah satunya. Capek. Capek yang ada dalam pikiran, bukan pada raga. Kemudian akhirnya tidak terselesaikan. Menggantung dan menumpuk menjadi hutang pekerjaan. Hutang itu menjadi beban. Menarik urat-urat di kepala kita tanpa sadar. Jadi lah stress.
Pekerjaan tidak selesai. Kalaupun selesai, mencari jalan pintas. Mungkin contohnya mencontek waktu ujian, ngopi peer dll. (hehe! pengalaman). Selesai, tetapi tidak ada kepuasan batin. Tidak ada kebahagiaan.
Menyelesaikan sesuatu dengan proses yang sempurna adalah kuncinya. Kunci kebahagiaan itu. Mungkin itu alasan sedikit orang memilih tidak mengumpulkan tugas daripada harus ngopi. Mengosongkan lembar jawabannya karena tidak memilih jalan pintas. Tetapi itu pun tidak dapat dikatakan sempurna. Itu hanya representasi kebaikan tanpa kemampuan. Berlari sejenak dari tantangan. Tetapi setelah itu belum tentu menyiapkan diri untuk tantangan yang sama.
Oleh karenanya Tuhan mengingatkan manusia untuk tidak khawatir dengan urusan dunianya. Selagi usaha dilakukan dan bertawakal. Sang Creator tahu kalau mahluknya gampang stress.🙂
Ada hal lain yang saya rasakan saat mengerjakan suatu pekerjaan dengan sempurna. Yaitu semangat baru untuk menyongsong tantangan yang lain. Sehingga memungkinkan saya kelak memiliki mentalitas yang baik. Mungkin profesional atau apa lah. Saya pun masih belajar.
Ayo kita tuntaskan kawan! Tuhan menyukai pekerjaan yang sempurna. Karena Dia adalah sang Maha Sempurna…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s