A-I-U-E-O

Waktu di kelas terakhir Pak Armein (PSD) tadi, saya datang terlambat karena hujan yang turun amat deras. Kemudian saya mendapat posisi tempat duduk yang kirang pewe untuk mencatat. Sehingga saya memilih untukmendengarkan saja. Toh beliau mengajar cukup seru dan mudah dimengerti, jadi nanti minjam catatan yang lain saja.

Sedang khusyuk mendengarkan, datang seorang teman saya AA, dia duduk di sebelah saya. Tidak mungkin melepaskan diri dari ngobrol asyik kalau duduk bersama dia. Dia kemudian bertanya sesuatu kepada saya, “Nda, kalau suara kita itu terdiri dari frekuensi dan amplitudo. Berarti yang membedakan A, I, U, E , O apa?”

Wah, saya sempat menjawab dengan beberapa candaan yang isinya mengarang bebas. Tapi ternyata di tengah candaan itu, membuat saya penasaran. Bener juga ya. Kalau saya bernyanyi Bintang Kecil dengan teks aslinya “Bintang kecil… Di langit yang biru…” dibandingkan dengan menyanyikannya tanpa teks (Hanya na na na na…na na na na na na…) tapi benar nadanya… Terdengar di telinga kan berbeda… Jadi kenapa kita bisa denger itu A, B, C,D… Apa nya yang berbeda? Adakah yang bisa menjelaskan kepada saya? Saya tidak mengerti…

Kenapa juga mengatakan A sambil mingkem sulit dan malah terdengar seperti I? Buka mulut untuk bilang O sedang mengatur ‘sesuatu itu’… Apa itu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s