Archive for Uncategorized

WOW INDONESIA!!! :D

Liburan kali ini merupakan liburan terpanjang yang pernah saya alami. Betapa tidak selama kuliah di ITB, setiap liburan akhir tahun selalu dihabisi dengan berbagai macam kegiatan rutin organisasi. Tahun ini, setelah (bisa dikatakan) vakum dari organisasi yang sudah saya ikuti bertahun-tahun, saya akhirnya merasakan liburan yang teramat panjang.

Kurang lebih tiga bulan lamanya. Sebenarnya ada pekerjaan besar : Tugas Akhir. Tapi entah kenapa, kalau tidak ada yang memburu, saya tidak bisa mengerjakannya secara mandiri. :(

Sampai akhirnya pada suatu hari, saya diajak berkumpul dengan kawan lama, SMA. Pertemuan kali ini membawa kami ke daerah di sekitar Bandung Selatan, tepatnya di Ciwidey. Saya dengan ketiga sahabat saya mengunjungi dua obyek wisata, Kawah Putih dan Situ Patengang. Untuk Kawah Putih, ini bukan kali pertama saya mengunjunginya. Sedangkan untuk Situ Patengang, kunjungan kali ini merupakan kali pertama bagi saya.

Di tengah kepenatan liburan, kedua obyek wisata ini sangat menyejukkan. Dan memberikan kesegaran. Kawah Putih dengan pemandangan indah berupa air belerang, pasir putih, gunung yang mengelilinginya dan langit indah yang menaungi. Berdiam dan memandangnya saja sudah memberikan suatu kepuasan. Keindahannya membuat saya terkagum-kagum. Menyadari betapa banyaknya keindahan seperti ini di Indonesia.

Begitu juga saat mengunjungi Situ Patengang. Bermain sepeda air dan berkeliling danau, diselimuti udara yang sejuk dan pemandangan hutan di sekitar danau yang hijau dan lebat. Sungguh membuat perasaan menjadi tentram. Badan menjadi rileks.

Sayangnya, kunjungan itu terjadi sangat spontan sehingga kami hanya bisa menikmatinya begitu saja. Terbayang bersama keluarga membawa bekal makanan yang nikmat, memasang tikar, dan makan bersama. Berburu foto-foto indah pemandangan tanah parahyangan.

Satu hal yang menjadi oleh-oleh saya setelah berkunjung ke tempat tersebut adalah negara ini begitu kaya alamnya. Di Bandung saja yang hanya sebuah kota dan kabupaten, rasanya banyak sekali tempat wisata indah yang dapat dikunjungi. Sebut saja jalur Pakar-Maribaya, Curug Dago, Curug Cimahi, Kawah Putih, Pemandian Air Panas Ciwalini, Pemandian Air Panas Ciater,  Situ Patengang, Gunung Tangkuban Perahu, dll. Andai saja keindahan alam ini dikelola dengan baik dan professional. Dipromosikan dengan gencar. Pasti Indonesia adalah Negara yang bisa kaya, hanya dengan kekuatan pariwisatanya.

Terbayang di belahan Indonesia lainnya. Yang pasti jauh lebih banyak dan indah. Ah, Indonesia….

Comments (1)

LOMBA RESENSI BUKU PRO-U MEDIA

Buat temen-temen yang berminat mengikuti lomba resensi buku yang diadakan oleh pro-u media…. bisa klik ke link ini

Leave a Comment

Protected: 10 THINGS ABOUT ME (hint: mau/gakmau answer)

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Enter your password to view comments

NAMA

Adinda = kekasih, adik perempuan

Adin = yang menggairahkan/menggoda

Nda = tidak

Jadiii, yang paling bagus artinya adalah nama asli saya. Adinda. Kalau biasa dipanggil, ternyata artinya gak bagus. Hiks2. Tapi feel free to call me… Asal jangan make hati ajah. Nama kan doa, tar kalo make hati, doain yang jeleknya juga make hati. Hehe.

Junk!

Comments (4)

MAAF, PAK!

Pembimbing: Saudari Adinda?

sy: saya pak!

Pembimbing: Apa saudari masih membutuhkan tanda tangan saya?

sy: wah, tentu masih Pak.

Pembimbing: Kok laporannya belum sampai saja?

*wii… KP KP… Laporan…*

Pembimbing: Sudah sampai mana?

sy: baru mulai abstraksi, Pak! *padahal mah baru niat*

Whua… Dua minggu sudah KP berakhir…

Maaf ya Pak…

Comments (1)

SUPER YANG GAK SUPER

Acara di TV ada yang mbosenin. Selama di Batam, saya gak ada tontonan seru. Dan teman sekamar selalu menyetel sebuah tayangan hanya untuk dihina saja. Acara sebuah stasiun TV swasta yang selalu menggunakan super-super sebagai merk dagangnya.

Jangan salah, acara tersebut memiliki rating yang amat tinggi. Tapi kalau kata saya, acara itu ‘apa-apaan sih’. Maksudnya? Lucu aja. Artis yang dipilih, tidak sesuai keahlian. Yang penting pernah populer. Jadi, bagi artis-artis yang udah kehilangan pamor, bisa ningkatin pamor lagi dengan ikut acara tersebut.

Terus kayak putaran ‘tahvava’ gituh. Artis-artis pendukungnya ikut mengiklankan diri. Ya album barunya lah, ya iklan nya lah, ya pekerjaan sampingannnya lah.

Bingung acara kayak gitu intinya apa. Ayo dong para penggiat TV di Indonesia. Kasih tayangan bermutu lagi. Sekarang acara bermutu paling apa ya… Ada sih, api dikit. Jadi mending nonton yang di indo ato astro gituh. Ayo… Ayo..

Leave a Comment

SEDERHANA SEKALI

Kenapa kamu membunuh istrimu sendiri? Aku butuh uang…

Kenapa  kamu mencuri? Aku butuh uang…

Kenapa kamu hancurkan pagar itu? Mereka tidak mendengar…

Kenapa kamu berbohong? Karena aku harus memberi anak istriku makan…

Kenapa kamu memukuli teman-temanmu? Itu tradisi kami…

Kenapa kalian semua berkelahi? Mereka meremehkan anggota kami…

Huh… Sederhana sekali… Adakah jembatan yang lebih baik untuk mereka?

Leave a Comment

BATAM (10)

Seafood di Nongsa.

Tadi malam, saya diundang ke makan-makan syukuran adik ipar sepupu saya yang baru saja diterima kerja di perusahaan penerbangan lokal. Tepatnya di Kafe Terapung di daerah Batu Besar. Cuman mereka menyebutnya Seafood Nongsa. Karena arahnya menuju Nongsa. Tempat ini ditempuh sekitar 20 menit dari pusat Kota Batam. Dekat sini terdapat resort yang kalau weekend biasanya penuh dengan turis dari Singapura. Tadi malam pun begitu. Rasanya sedikit sekali pribumi yang makan disana. Sebagian besar adalah orang Singapura. Ternyata, selidik punya selidik, tempat ini dekat pelabuhan penyeberangan ke Singapura.

Santapan yang khas disini adalah Rajungan dengan bumbu khas. Kalau kata saudara saya, bumbu di setiap tempat sea food punya rasa sendiri, berbeda tiap tempat. Beberapa makanan yang disuguhkan.

Udang Steam. Udang disini besar-besar. Bumbunya sederhana sepertinya. Yang paling ketara adalah bawang putih. Kalau dilihat sekilas, Nampak biasa-biasa saja. Tapi rasanya… Mak nyus! Gurih banget. Bumbunya kerasa sampai ke dalam daging yang tertutup oleh kulit udang nya. Enaknya disantap dengan bumbu asem pedas khas kafe seafood ini juga.

Rajungan Bumbu Pedas. Kalau melihat penampillannya, saya yakin, mmulut kita pasti langsung ngiler. Hehe. Warna bumbunya bicara. Kalau masakan ini sedap sekali. Tulangnya berbeda dengan kepiting. Lebih empuk. Sehingga tidak perlu capit besi untuk memecahkannya. Cukup digigit saja. Krek! Langsung pecah cangkangnya, dan dengan sedikit bumbu aslinya, rasanya sudah teras gurih sekali. Syruup! Rasa aslinya saja sudah sangat gurih. Apalagi diberi bumbu. Kalau makan rajungan ini, perlu usaha besar. Tapi disitulah kenikmatannya. Tapi sayang, perut saya tidak kuat. Suka langsung sakit perut. Jadi saya tidak mau mencoba lagi. Huhu. Padahal enak banget.

Sotong Goreng Tepung. Sotong ini mirip cumi-cumi. Hanya saja ukurannya lebih besar. Jadi sekali lahap, glek! Bisa bikin perut kenyang. Sederhana saja diolahnya. Goreng tepung menjadi favorit pengolahannya. Tadi malam, ini adalah makanan yang paling ditunggu. Betapapun enaknya yang lain, sotong tetap paling enak dan gurih. Mungkin karena rasanya enak dan tidak aneh. Tidak aneh? Ya. Untuk orang-orang yang jarang makan sea food, pasti cumi/sotong lebih familiar rasanya dibandingkan yang lain.

Baby Kailan. Tampak luarnya segar. Hijaunya bagus, daunnya lebar. Sekilas seperti sawi, tetapi kalau dicoba langsung, pasti terasa bedanya. Kailan adalah sebuah sayur. Karena yang dimasak adalah yang ukurannya kecil, makanya disebut baby kalian. Pas banget untuk menemani makan sea food. Kalau saya sendiri, alasannya karena bosan dengan cah kangkung. Di Jawa banyak, jadi bosen.

Gong Gong Steam. Baru denger kan? Apaan sih gong gong? Nah, ini masakan unik yang saya temui tadi malam. Gong-gong itu sejenis siput, tetapi bentuknya besar. Ppasti kita familiar dengan kerang-kerang yang bagus dan suka dijual untuk hiasan akuarium. Nah, pertama kali saya melihat makanan ini, saya bergumam, “Duh, cangkangnya sayang amat kalau dibuang. Bagus banget soalnya. Mending dibawa pulang dan dijadikan hiasan”. Hehe. Agak norak. Tapi serius loh, bentuknya bagus banget. Dagingnya sih biasa, layaknya kita makan kerang saja.

Cah Kang Kung. Biasa ya? Saya tidak sempat mencicipi. Karena perut saya ini sudah penuh dashyat. Inget timbangan juga soalnya. Hahaha.

Kerang Steam. Tak ada yang berbeda dengan yang ada di Jawa. Hanya saja ukurannya besar. Tapi kesel juga makannya. Ukurannya lebih besar dari yang di Jawa. Tapi ternyata ukuran cangkangnya saja. Tidak dengan dagingnya. Dagingnya kecil. Bahkan bisa dibilang sama dengan ukurang daging kerang-kerang di jawa. Cape deh… Untung makannya gampang.

Sambal Asem Pedas dan Sambal Manis Pedas. Sambal ini pasti ditemui di setiap kafe sea food di Batam. dari empat kafe seafood yang saya kunjunngi sih, rata-rata begitu. Saya lebih suka yang asem pedas. Karena lebih pas dengan seafood. Kalau yang manis pedas, rasanya lebih cook dimakan dengan cakue Bandung.  ;P

Air dan Buah Kelapa Muda. Jarang saya makan atau minum buah ini. Tapi karena kejadian keracunan rajungan beberapa waktu lalu, saya jadi memilih ini setiap makan seafood. Mungkin bisa meminimalisir racun atau alergi seafood. Hehe. Badan ini cupu ternyata.

Nah, mungkin beberapa list makanan di atas bisa jadi acuan teman-teman yang ingin berkunjung ke Batam dan menikmati seafood nya. Jangan masakan padang mulu. Hehe. Oia, for your information, seafood disini murah lo. Jauh lebih murah daripada di Bandung tentunya.

Comments (1)

BATAM (5)

Pagi ini segar. Sayang saya baru benar-benar menikmatinya sekira pukul 09.00. Karena tadi baru tidur pukul 5.00. Usai menyaksikan pertandingan mendebarkan perempat final EURO 2008 antara Rusia dan Belanda. Yang dimenangkan oleh Rusia dengan skor 3-1.

Pagi ini saya langsung mandi, mencuci baju dan menyetrika. Perut kemudian memanggil-manggil marah. Minta diisi. Dua minggu disini, saya kenyang dengan masakan Padang. Rela akhirnya jalan-jalan keliling komplek seberang untuk mendapati masakan lain. Dapatlah saya makanan khas Jawa, “Pondok Klaten” namanya.

Masakannya Jawa banget. Tongseng kambing, ayam bakar, soto ayam, pecel lele dan lain-lain. Minumannya tetep “Teh Obeng”. Itu adalah sebutan khas orang Batam untuk es teh manis. Lucu juga ya? Saya senang sekali menyebutnya.

Enak banget. Nikmat banget. Kangen ini terobati. Masakan Jawa. Ho… Emang lidah saya banget Jawa itu. Sempat berfikir untuk menjadikannya tempat makan tetap disini. Sudah sangat komplit variasinya. Tetapi tampaknya itu sulit terwujud. Mahal sekali. Sekali makan bisa Rp. 13.000. Sedangkan kalau di Padang bisa Rp. 9000 – Rp. 11.000.

Waduh, nampaknya memang hanya bisa jadi tongkrongan seminggu dua kali aja “Pondok Klaten” ini.

Comments (1)

PACKING LIST SOFTWARE

Wah, kebantu banget nih saya. Kemarin sedang bingung barang apa saja yang harus dibawa untuk tinggal dua bulan. Gak berani asal-asalan, masalahnya kalau ada yang ketinggalan, males beli disana. Denger-denger cost living di Batam lumayan mahal. Kecuali kalau kita bisa makan laptop, batere dan alat elektronik lain. Itu baru murah. Hehe.

Alamatnya http://www.travelsense.org/packing/index.cfm. klik.

Mudah banget. Kita hanya masukin nama, lama kita berpergian, cuaca tempat tujuan, keperluan berpergian dll. Hal-hal kecil buat pertimbangan mereka. Cuman memang tidak bisa selengkap yang kita harapkan. Seperti saya, yang berjilbab, pastinya ada tambahan lain. Tapi coba aja. Mudah banget kok.

Leave a Comment

Older Posts »