Eyang Apa dan Eyang Ema

Tadi malam, disapa ma sepupu di twitter untuk skype an ma eyang apa (sebutan untuk kakek) yang lagi di rawat di Rumah Sakit. Untuk kesekian kalinya eyang apa masuk rumah sakit. Dan di video yang ditampilkan di skype, tepat disampingnya ada eyang ema (sebutan untuk nenek) yang selalu setia menemani eyang apa. Perawat eyang apa dari dulu sampai sekarang.

Satu hal yang selalu terpikir di benak saya, terutama kalau eyang apa sedang sakit, adalah kesetiaan eyang ema dan pancaran kasih sayang antara keduanya yang gak pernah pudar dengan waktu. Di usia eyang apa yang sekitar 80an, eyang ema 70an, mungkin pernikahan mereka sudah berumur lebih dari 50 tahun.

Ingatan eyang apa sudah melemah. Tapi satu yang selalu dia ingat. Istri sayah. :D Dedeh (nama asli eyang ema). Selalu dia cari dimana istrinya berada. Walaupun sebenernya eyang ema hanya berbeda ruangan di rumah atau gedung yang sama. Tapi eyang apa selalu ingin memastikan keberadaan eyang ema. More

Diary Ibuk, Desember 2010

Atas seijin pemilik diary… Saya publish tulisan ini…

Tulisan mengenang Bapak Romli….

25 Desember 2010, Hari Sabtu. Bapak banyak lupa. Ibuk menanyakan ini itu, tetapi Bapak jawabnya ngalor ngidul. Ibuk menangis sejadi-jadinya waktu itu. Adik (anak pertama) bingung harus ngapain. Hanya bisa peluk Ibuk dan ikut menangis. Masa Bapak menanyakan dimana Mas Arif (anak pertama) dan Mas Anas (anak kedua). Padahal kan lagi jauh, sudah lama tinggal di luar rumah untuk kuliah dan bekerja. Ada lagi yang Bapak lupa, Bapak pikir bulan itu adalah bulan Maret 2006. Wah, Bapak mainan lorong waktu ya, pikirku. Itulah awal Bapak sakit. More

Mengingat Kelebihan

Sangat manusiawi jika kita menilai orang. Ketika ia melakukan kesalahan, kita tidak suka, mengidentifikasi hal tersebut sebagai satu kekurangan dari dirinya. Kemudian jika ia melakukan suatu yang baik, kita suka, mengidentifikasinya lagi sebagai satu kelebihan dari dirinya. Nah, permasalahannya, bisakah kita ingat keduanya dengan baik? Kelebihan dan kekurangannya? Mana yang seringkali lebih kita ingat?

Anda pasti punya jawaban sendiri.

Nah, berikutnya, mana yang lebih membuat anda bahagia? Mengingat kelebihannya atau kekurangannya? Bersedihlah jika kita senang dengan kekurangannya. Dan sedih dengan kelebihannya. Terlebih jika perasaan itu membuat kita semakin tidak bahagia.

Belajar yuk untuk lebih bahagia. Ketika dalam situasi seseorang berbuat sesuatu yang tidak kita sukai, coba untuk mengingat kelebihannya. Untuk seorang yang kita sayangi, dengan begitu, bukannya kekurangan dia yang akan membuat kita semakin sulit untuk sepenuh hati. Malah ketika kekurangannya itu hadir, lalu kita ingat kelebihannya, kita bisa semakin menerima. Dan tetap bahagia. :)

Ponakan Baru

Alhamdulillah. Telah lahir ponakan baru sayaaaaah. >_< Seneng banget. Akhirnya punya ponakan asli bukan nebeng. :D Jadi inget tepat setahun lalu, setelah lebaran. Abang saya meminang seorang gadis solo. Secara mendadak. Haha. I was so shocked at that time. But, He truly did it. Dan dalam waktu dekat, langsung menikah. Dan tentunyaaaaa, saya langsung balik ke Indonesia untuk menghadiri pernikahannya. Gamau ketinggalan. :)
Dan sekarang sudah ada juniornya mereka. Yang mana Esto (kalau gak salah namanya), adalah cucu pertama dari aki Dindin dan nini Mari. Juga cicit pertama dari uyut Syafrudin dan uyut Yayih. Banyak orang bergembira. Seseorang yang ditunggu-tunggu kelahirannya. :) And I am, your aunty, also waiting for you, Esto.

Esto lahir hari Kamis, 8 September 2011. Pukul 22.00 WIB. Dengan berat 2,98 kg. Dan tinggi badan 48 cm. Bayi mungil, ganteng. :D Ah, suka deh ngeliatin foto-fotonya. Sayang banget gak bisa ke Indonesia. Kayaknya pulang-pulang ke Indo, Esto udah gede. :( Wait for me Esto. Hopefully, when we met, you could meet your cousin. Hehe. Aminnn.

Wanna see how cute my nephew is? Here is he…

Am I Like You, Mom?

Saat hidup di perantauan, saya mengurus semua keperluan saya sendiri. Dari mulai hal kecil sampai hal besar dalam hidup. Baru kerasa setelah liburan di Indonesia sebulan kemarin. Merasa bahwa di Indonesia gak terlalu banyak hal yang saya urus. Saya gak perlu bersihin rumah sendiri, nyuci piring, nyuci baju, nyetrika, mikirin mau masak apa hari ini, kemana-mana mudah naik motor atau mobil, kalau mau ngobrol kapan aja, tinggal cari teman yang lagi santai. Ah, mudah ternyata untuk hal2 yang saya sebutkan di atas.

Nah, walaupun saya tidak mengerjakan pekerjaan-pekerjaan sederhana namun menyita pikiran tersebut, saya selalu memperhatikan bagaimana Ummi saya mengerjakan pekerjaan-pekerjaan tersebut. Bagaimana cara dia membereskan rumah. More

Kayaknya Gak Gampang

Hmmmm. Dalam perkembangan usia dari anak-anak banget (yang masih diinget aja), sampai sekarang (hampir menuju gerbang hidup baru), rasanya banyak dinamika yang sudah dilalui. ‘Banyak’ disini compared to anak yang usianya jauh di bawah saya. Hehe. Ngeles aje. Yah, intinya, hampir selesai melewati masa-masa ke-ABG-an. Dimana masa-masa itu dianggap masa ‘sulit’ bagi orang tua menghadapi anak-anaknya.

Saya ketika itu, pun demikian, sedang sulit-sulitnya dihadapi oleh orang tua saya. Karena masa itu saya masih mencari jati diri. Melihat banyak hal yang baru, karena sudah tidak sepolos waktu saya masih anak-anak. Pikiran yang dulu sangat sederhana (main, makan, tidur, dll) jadi lebih kompleks (teman, pacar, orang tua, uang? hah banyak). Dan tentunya, kalau di konvert ke bahasa anak jaman sekarang, sedang labil-labilnya.

Lantas, kalau sudah tua gak labil gitu? Ya, kata siapa orang tua itu sudah melewati masa-masa ABG nya dan menjadi dewasa? Tua itu pasti bung, dewasa itu pilihan. Dan menurut saya itu bener banget. Belum tentu juga sebenarnya saya yang sudah berusia 22 tahun ini sudah berhasil melewati masa-masa labil itu. Dan menjadi dewasa.  More

Namanya Ummi Mari Marhamah

Saya ingin sedikit bercerita tentang seorang perempuan di hidup saya. Yang menurut saya, kalau ada sebuah negara bernama Adinda Ihsani Putri. Maka beliaulah satu-satunya yang paling layak mendapatkan tanda jasa karena telah membangun negara ini.

Di sudut kamar yang sepi ini. Saya terus mengingat sosok Ummi. Perempuan dengan tanda jasa itu. Kenapa beliau yang paling layak?

Karena hidupnya adalah untuk anak-anaknya. More

Teman dan Keluarga

Tulisan ini saya buat. Di tengah kesendirian yang semakin dirasakan belakang ini. Terlebih setelah pindah ke rumah baru. Bukan di asrama lagi. Kesepian. Ya. Kalau semua hal di dunia ini seperti mata uang. Maka selalu ada sisi positif dan negatif dalam setiap kejadian. Baiklah, sekarang saya akan membahas tentang sisi yang entah dia negatif, atau positif, tetapi intinya adalah… kesepian. :)

Saya tidak pernah tinggal jauh dari keluarga. Juga dengan pertemanan. Saya senang berteman. Dan alhamdulillah di setiap tempat yang saya tinggali, saya tidak pernah merasa tidak memiliki teman. Dan dalam kesendirian seperti sekarang ini, saya banyak berfikir. Rupanya teman dan keluarga adalah kehidupan bagi saya. Saya merasa hidup saya benar-benar hidup dan memiliki alasan yang besar untuk diperjuangkan karena keberadaan mereka.  More

My Mom

Bukan hari ibu, bukan hari kartini, bukan hari perempuan lainnya. Tapi saya ingin menulis sesuatu tentang My Mom yang biasa saya panggil, Ummi. Entah kenapa semakin lama saya merasa kalau diri saya begitu Ummi banget. Dalam beberapa hal, bukan beberapa hal, tapi banyak hal. Yup, She has been taking care of me for a very long time. Almost 22 years. More

Terjebak di Logika

Seringkali saya berfikir. Lumrah, namanya juga manusia. Mencoba mencari alasan atau penjelasan dibalik semua kejadian yang pernah dialami. Menganalisa dan menemukan suatu jawaban yang saya nilai, ‘masuk akal’. Tanpa disadari, More

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.