Di Pertigaan Pertama

Yang saya suka dari melakukan riset adalah selalu mencari tahu apa yang terbaru yang diteliti oleh orang tentang suatu bidang. Menantang karena baru. Merasa puas karena mendapat informasi yang seringkali menarik. Namun, yang paling sulit dari riset adalah MEMILIH.

Mencoba mencari jejak penelitian saat Tugas Akhir (sarjana) dan Thesis, memang banyak sekali intervensi pembimbing dalam memilihkan jejak yang harus ditempuh dalam riset. Sekarang? Sekarang serba bingung. Haruskah bertanya jika sedang memilih?

Gantian Ya Bunda

Setiap mengantarkan Khaleed di Daycare, saya selalu pamit. Zaman bayi ceritanya bagaimana menerapkan proses pelepasan yang baik untuk anak dan Bundanya. Tapi cerita sekarang lebih ke percakapan antara saya dan Khaleed. Kira-kira begini kalimat pamit saya.

“Mas Khaleed sekarang main di Daycare dulu yah. Bunda belajar di kampus. Khaleed sikapnya yang baik sama teman-temannya. Nanti sore siapa yang jemput Khaleed?”

“Bunda.”

“Oke. Sekarang salim dulu.”

Setelah itu peluk-peluk atau cipika cipiki. Tetapi beberapa waktu lalu Khaleed berusaha merubahnya.

“Bunda, Khaleed ke kampus dulu ya. Bunda di daycare aja. Khaleed mau belajar.”

Bernyanyi dan Iklan First Media

Jadi beberapa waktu lalu, di jalan menuju Daycare, ada pemasangan entah apa namanya, tetapi semacam tabung begitu oleh First Media. Setelah pemasangan selesai, dilanjut pemasangan spanduk sebagai iklan bahwa First Media kini sudah hadir di Bandung. Di spanduk itu terdapat gambar minion, superman dan tokoh frozen. Ada yang lainnya juga tetapi saya hanya ingat segitu.

Spanduk itu pun akhirnya menarik perhatian Khaleed setiap berjalan pagi hari.

“Bunda, itu minion.”

“iya…”

“Itu let it go.”

“Iya mas…”

“Itu oom..”

“Iya sayang…” Continue reading

Obrolan Sabtu Itu dengan Eyang Ema

Sabtu sepi itu adalah ketika suami dapat kerjaan tambahan di kantor, anak diajak eninnya ke luar kota. Udah kebayang boring banget mana harus ngurusin pertukangan. Sebelum boring berkepanjangan, di-sms umi lah disuruh ke rumah eyang karena nampaknya lagi kurang sehat, temenin eyang.
Dan sabtu boring itu akhirnya gak kejadian dengan obrolan santai (santai gak yah) seperti ini,
“Yang, ada kabar baik. Jokowi dah sowan ke Prabowo.”
“Wah, bagus pemimpin harus seperti itu.”
*Dalam hati, edan naha jadi bagus gini citranya Jokowi*
“Tapi yang, Prabowo juga bagus statusnya di FB.”
Dan karena HP kecil, jadi eyang gabisa baca, dan minta saya bacain status panjang itu.
*saya bacain sampe berbusa. Panjang pisan*
“Bagus kata-katanya.”
*Nah,,, imbang kan sekarang. Hahaha. Ketawa jahat*
Dari situ mulailah obrolan bahwa memang kita mudah sekali terpecah belah. Indonesia ini beragam banget. Hal itu sudah kejadian sejak jaman Belanda. Kita berbeda mah memang sudah berbeda. Tetapi kadang perbedaan ini dimanfaatkan oleh kepentingan-kepentingan tertentu. Padahal walaupun kendaraan, pakaian, kulit, bahasa dan lain-lain yang beda itu, sebenarnya semua manusia ingin kehidupan yang progresif, aman, damai dan segala yang bagus-bagus. Kita semua sama-sama manusia. Continue reading

Toilet Training Khaleed

Hari-hari sekarang, saya bisa bilang, saya tidak menganggarkan uang bulanan lagi untuk membeli popok sekali pakai untuk Khaleed. Sejak awal menggunakan popok sekali pakai, sebenarnya saya galau sekali. Tapi saya sadar diri dan merasa menggunakan popok sekali pakai memang pilihan terbaik saat itu. Alhasil saya memiliki tugas tambahan di kemudian hari.

Kenapa galau? Karena sejak tinggal di Korea dan mengelola sampah rumah tangga dengan apik, saya jadi mulai peduli lingkungan. Bayangin aja, dalam 3 hari sampah rumah tangga kami lebih sedikit daripada sampah popok sekali pakai ini. Bisa dibilang, jika ada sepasang suami istri dan bayinya menggunakan popok sekali pakai, maka sampah bertambah dua kali lipat, bahkan mungkin lebih. Dan konon popok sekali pakai ini termasuk kategori yang sulit untuk didaur ulang. Continue reading

Tamat Jalan Sampai Daycare

Kayaknya ketemu nih kuncinya. Anak suka hal-hal baru. Hal-hal baru biasanya membuat Khaleed senang dan bersemangat. Dan pagi ini dia bersemangat jalan kaki ke Daycare? Kenapa?

Tebakan saya, karena dia baru dibelikan buku cerita. Tadi malam saya ke Gramedia, membeli buku untuk saya dan Khaleed. *Ayah, maaf yah gak dibeliin*. Begitu pulang, dia senang sekali punya buku cerita baru. Langsung posisi berbaring dan minta dibacakan. Sampai tertidur pun bukunya masih dipegang.

Bangun-bangun sempat lupa punya buku baru. Tetapi pas sudah minum obat dan mandi, dia melihat buku itu dan memegangnya lagi kemana-mana. Sampai sarapan pun dengan mulut penuh makanan masih bertanya-tanya tentang isi buku itu. Saya tidak mau membacakannya, karena sedang menyuapi Khaleed. Jadi dia memilih memegang buku sendiri, sambil makan dan sambil bertanya ini itu. Continue reading