Alhamdulillah. Hari terakhir minggu ini di LEN dapatkan hasil yang cukup melegakan. Desain kontroler PMSM untuk aplikasi mobil listrik yang saya pelajari dua bulan ke belakang ini alhamdulillah berjalan dengan baik.
Awal minggu ini dibuka dengan kenyataan pahit bahwa kontroler saya yang asalnya analog gak jalan sama sekali. Ancur parah. Pas dipindahin jadi digital.
Ngelihat paper yang ribet sedemikian hingga yang ngebahas cara desain digital control bener-bener bikin mules. Ribet. Dan mesti tekun mempelajarinya.
Dengan kondisi psikologis yang galau dengan kenyataan pahit tadi, bener-bener males belajar dari awal.
Tapi setelah ditanya ke dalam hati. Kamu mau s3 gak? Mauu. Mau sampe kapan menghindar belajar kontrol? Gak tahu. Kok gak tahu? Jawab! Mau sampe kapan lari dari belajar kontol lebih dalam? #menunduk lesu.
Tiba-tiba saat jenuh belajar kontrol digital. Oprek-oprek lagi simulasi. Dan… Wow! Jalan! Bagus! Seimbang dq nya!
Diapain ya tadi? Gak tau. Lupa. Hahaha. Tapi gapapalah. Alhamdulillah.
Tapi agak sedih juga sih. Karena dah jalan jadi males belajar teori kontrol digital. Kkkk. Next time dh. XD
Finally My Digital Controller Works
30 Jan 2013 Leave a Comment
Bermain Itu Belajarnya Bayi Kita
26 Jan 2013 Leave a Comment
Permainan bayi ternyata bukan sekedar permainan. Mainan yang telah dimainkan para orang tua dengan bayinya sejak zaman dahulu, ternyata mengandung filosofi yang luar biasa.
Siapa sangka permainan Cilukba yang disukai hampir seluruh bayi di seluruh dunia, permainan yang murah, tapi dapat menbuat orang tua dan bayi yang memainkannya terbahak-bahak dan tak pernah bosan. Ternyata meniliki filosofi bahwa sesuatu yang tidak terlihat belum tentu tidak ada. Saat kita memanggil nama anak kita sambil bersembunyi, bayi kita tahu ada kita. Walaupun saat itu dia tidak dapat melihatnya. Dan saat kita secara mengejutkan hadir, bayi kita membuktikan hipotesanya. Ya, orang tua mereka menang ada.
Dan permainan berikutnya adalah -saya menyebutnya- Touch The Bubble. Permainan ini mudah juga. Cukup menyiapkan cincin dengan ganggangan dari lidi. Kemudian sabun. Dan meniupnya.
Alhamdulillah, adik saya selalu antusias ikut bermain Touch The Bubble dengan Khaleed. Akhirnya kami berbagi peran. Saya meniup balon yang besar satu atau kecil-kecil tapi banyak. Lalu adik saya menjaga bubble agar tidak mudah meletus. Aktivitas menjaga bubble agar tidak hilang ini yang membuat Khaleed terlihat sangat antusias. Kami tertawa-tawa. Sangat antusias menjaga bubble. Mengarahkan bubble kesana kemari. Sampai akhirnya bubble pecah dan wajah Khaleed terlihat sangat bingung. Mungkin dia bingung kenapa bisa tiba-tiba bubble itu menghilang.
Mainan Touch The Bubble ini ternyata turut mengajarkan anak bahwa sesuatu yang pernah ada, bisa tiba-tiba hilang. Nothing last forever.
Semakin semangat ngajak byia anda bermain kan bun?
karena belajarnya anak tuh yaaa…. bermain!
17 Puluh Ribu, Bukan 17 ribu !
24 Jan 2013 1 Comment
Saat ini sedang musim dingin di Korea sana. Saya jadi teringat kisah setahun lalu. Saat sedang hamil Khaleed. Jujur, hamil Khaleed memberikan perubahan yang signifikan dalam hidup saya. Salah satunya dalam hal pengelolaan keuangan. Hidup dengan orang tua, jarang berfikir untuk menabung. Dapat uang, habiskan, minta. Begitu polanya. Sampai awal-awal menikah pun seperti itu. Walaupun beasiswa saya dan suami bisa dibilang lumayan karena kami tinggal bersama, namun kebiasaan, dapat, habiskan, minta (tapi waktu itu bukan minta, melainkan gajian lab) masih saja. Sampai kejadian ini terjadi…
Saat hamil di awal, saya mendapatkan banyak tes. Kebetulan saat itu saya belum memiliki asuransi kesehatan di Korea. Setelah periksa kehamilan dan melakukan tes mendengar detak jantung Khaleed, seperti biasa saya pergi ke kasir untuk membayar. Kebetulan juga waktu itu akhir bulan. Jadi uang kami pas-pasan. More
Good Choices. Hostel di Busan dan di Seoul.
23 Sep 2012 9 Comments
Sudah lama sekali ingin posting tentang perjalanan hidup. Rasanya dah banyak yang kelewat untuk dicurhatin di blog tercinta ini. Hari ini dalam suasana lelah tapi nikmat, ditemani dinginnya udara Kota Bandung malam hari, saya jadi pengen cerita tentang pengalaman saya nginep di hostel Seoul dan Busan. Semoga bermanfaat.
Perjalanan kali ini adalah perjalanan bersama keluarga dengan anggota bayi (2 mo), adik perempuan (11 yo), adik laki-laki (20 yo) dan ibu saya (48 yo). Dengan tujuan kota Seoul dan Busan.
Dengan biaya yang sedikit ceritanya kami ingin menelajahi dua kota di ujung utara dan selatan Korea Selatan ini. Kenapa saya pengen share? Karena saya dan keluarga merasa puas dengan dua hostel yang kami pilih ini.
Di Busan kami menginap di Indy House. Dan di Seoul kami menginap di Phil House.
Oops! Bayiku bangun nih. Dilanjut lagi ya reviewnya. Besok-besok.
)
Jerawat Bayi
17 Jul 2012 Leave a Comment
Khaleed Maher Fauzi, kecil-kecil dah jerawatan. Awalnya sempet kaget, maklum emak-emak baru.
Masih rada kagetan kalau liat perubahan di bayi. Awalny cuman bintik putih satu dua. Tapi lama-lama menyebar dan banyak. Beneran kayak orang dewasa lagi jerawatan. Terus nyoba tanya ke emak-emak lain. Rupanya banyak yang ngalamin juga.
Jadi si jerawat bayi ini disebabkan oleh hormonal Ibu. Nah ini yang masih saya gak ngerti. Maksudnya gimana? Saran dari orang-orang sih tetep menjaga kebersihan diri, terutama bagian-bagian tubuh yang sering bersentuhan dengan bayi. Bisa jadi karena keringet kita juga. Atau kalau misalnya ngasih ASI, jangan lupa ditotol-totol make akapas dengan air hangat untuk ngelap tumpahan ASI di muka bayi.
Semoga cepet sembuh ya Nak… Wajahnya bersih lagi… Jadi Bunda gak takut elus-elus keningmu supaya kamu makin tenang tidurnya… :*
Rekor: Setahun Gak Mudik
17 Jul 2012 4 Comments
in Curhat, Perjalanan
Huaaa. Bener-bener nih sekarang mah judulnya merantau.
Pas tanggal 15 Juli 2012 kemarin, tepat setahun meninggalkan Indonesia. Dan belum pernah balik lagi ke Indonesia. Rekor nih. Tahun kemarin setahun pulang dua kali. Ini lebih dari setahun belum pulang-pulang.
Kalau kemarin-kemarin baru 3 bulan dan 6 bulan ninggalin Indonesia dah banyak banget yang beda. Setahun pasti lebih banyak lagi.
Semakin excited ngeliat apa yang bakalan beda banget yang bakal ditemuin di Indonesia nanti pas pulang.
Semoga diberikan banyak rejeki dan kesempatan untuk pulang. Tapi juga pengen bareng ayah Anas Fauzi dan Khaleed pulangnyaaaa… >_<
Suntik dan Sedih
13 Jul 2012 1 Comment
Ada suatu hal yang cukup bodor dan baru dalam diri saya. Seumur hidup seingat saya, saya semakin lemah dengan jarum suntik. Dulu kalau denger cerita pas SD, kayaknya saya jalu abis. Paling gak takut kalau ada imunisasi di sekolahan. Termasuk cuek dan gak berasa abis diapa-apain. Tenang menghadapi suntikan. Dan udahannya pu, tetep cool, calm and confident.
Cerita sedikit berubah waktu pertama kali operasi bius lokal pas SMP. Mungkin karena bagian yang disuntik ini sudah sakit, jadi agak parno. Dan agak sedikit takut. Berubah lagi pas masuk kuliah, mulai ikut donor darah. Awalnya tetep 3C, tapi pas dirasain. Eh, buset, ini jarumnya gak biasa nih. Gede banget. Peureus.
Dan semakin lama semakin parno ma jarum suntik. Termasuk pas selama kehamilan. Setiap mau disuntik teh berasa deg-degan, ngilu dan pas di josssss, kerasanya sakit. More
Recent Comments