Menghadiri Sosialisasi BandungCleanAction (Menyusup)

Hari ini perasaan saya senang sekali. Kenapa? Karena akhirnya punya kesempatan lagi bertemu dengan RK. Ini kali ketiga saya berada di acara yang sama dengan RK. Pertama, waktu RK kasih sambutan di acara saya dan sepupu-sepupu promosi daycare Darul Hikam. Kedua, waktu RK jadi saksi di nikahan sepupu. Ketiga, tadi di acara BandungCleanAction.
Di acara kali ini saya sebenarnya maksa ikut ke Ibu saya yang dihndang sebagai salah satu kepala sekolah di Bandung yang sekolahnya mendapatkan penghargaan adiwiyata. Waktu mengisi buku tamu saya baru mengetahui ternyata yang hadir adalah berbagai jenis komunitas/instansi di Kota Bandung. Jadi orang-orang yang hadir adalah pemimpin yang ounya buntut di komunitas/instansinya.
More

Jangan Ajari Ikan Berenang

Ketika berdiskusi dengan orang lain, kita harus menghargai lawan bicara kita. Hargai dia sebagai manusia dengan segala pengalaman dan pengetahuannya. Selain itu hargai diri kita sendiri juga. Dengan apa? Dengan berbicara sesuai dengan kapasitas kita: pengalaman dan pengetahuan. Selebihnya, kita harus jujur dalam berbicara. Diskusi akan sangat menyenangkan.
Banyak orang yang seharusnya saya gak perlu illfeel sama mereka, kalau, kalau saja mereka bisa menghargai lawan bicaranya. Beberapa kali suka illfeel ngeliat orang yang berbicara terkesan seperti hanya dia yang tahu dan orang yang diajak bicaranya seolah-olah gak punya pengetahuan dan pengalaman tentang hal yang ia bicarakan. Ada beragam respon juga. Ada yang mengampuni dan ada yang sakit hati. Beruntung kalau kita sedang bertemu lawan bicara yang pengampun. :D
Mungkin menjadi penting kita memahami siapa yang kita sedang ajak bicara. Untuk mengkonfirmasi sedikit pengalaman dan pengetahuannya di topik yang akan dibicarakan bersama. Supaya kita tidak seperti mengajari ikan bagaimana cara berenang.

Sudah Lama Gak Galau

Mau curhat ah…. Permisi… :) 

Inget terakhir kali nangis bombay dan sedih banget dan ngerasa kayak ada yang bener-bener hilang pas kembali dari Korea bersama Khaleed tanpa Ayahnya. Bisa dibilang, saya adalah orang yang suka telat kalau sedih. Karena defaultnya ketika hal sedih datang, saya selalu mensugestikan diri, harus kuat, harus kuat. Akhirnya saat detik-detik harus berpisah, bahkan saat perpisahan itu pun, saya masih bisa membawa emosi saya dengan baik, stabil. Melemparkan senyuman dan menyambut dengan bahagia, Yeay! Balik ke Indonesia!!

Tapi setelah sehari di Indonesia, pas jam mau tidur… Huaaaa! Sedih banget. Nangis bombay gak jelas sambil peluk-peluk Khaleed. :'( I thought I miss your father, Khaleed. So Much. Perlu waktu sampai akhirnya biasa hidup berjauhan sama Ayah.

Dan perasaan seperti itu kini hadir. Tapi bedanya lebih awal. :'( Bentar lagi, bakal ninggalin Khaleed selama 12 hari untuk ikut PK-11 LPDP. Dimana itu menjadi syarat saya untuk mendapatkan beasiswa doktoral saya. Saya padahal mengajukannya bulan Mei-Juni, supaya lebih tenang ninggalin Khaleed karena sudah lulus ASI. Tapi ternyata ajuan saya ditolak. Dan mau gak mau, saya harus ikut PK akhir april ini. Khaleed terpaksa disapih lebih awal. :'( Maafin Bunda ya Mas.

Sebelum PK-11, Khaleed dibawa dulu ke Medan. Sebentar sih. Tetapi ternyata bisa bikin Ayah Bundanya galau. Belum satu jam melepas Khaleed di bandara, di sepanjang perjalanan kita bercanda tapi sedih. Bercanda ngikutin kata-kata Khaleed yang suka bikin kita gemes.

“Unda aid pipis andii.. heebaattt..”

“Ndamau unda… “

“Oo yayaya… oce!”

“Unda… aid mamam ikan..”

Huaaa… Super galau deh berdua. Rasanya ada yang hilang tanpa Khaleed di samping kami. Gak kebayang nanti pas 12 hari. Kayaknya bakal nangis bombay deh inget Khaleed. :'(

Udah ah, daripada galau disini, mending nyipin pesan pesan buat Enin dan pengasuh daycare… 

Bye…

 

Ngobrolin Politik Ah…

‘Kalau pemilu diadakan sekarang… Siapa yang anda pilih?’ Begitulah kira-kira pertanyaan lembaga survey kepada responden untuk memperkirakan siapa orang yang paling diminati responden untuk menjadi presiden. Jokowi menang telak di beberapa survey. Wajarlah kalau banyak orang optimis kalau Jokowi pasti memenangkan ‘pertandingan’ ini. Saya jadi sadar juga, betapa Jokowi ini emang fenomenal di media. Dan catat! Media itu dekat sekali dengan masyarakat. Akui saja.

Suka atau tidak suka. Setuju atau tidak setuju. Jokowi memang hebat dalam urusan ini. Masalahnya kalau anda tidak suka, ini masalah besar untuk anda. :) Gimana caranya bukan hanya urusan ‘anda memilih non-jokowi’, tetapi meyakinkan orang lain (supaya pilihan anda menang) bahwa ada non-jokowi yang lebih layak, lebih pantas. Orang sudah kepincut dengan Jokowi. Terutama di media.

Saya pribadi merasa punya dua pilihan. Idealis atau realistis. Kalau idealis, Jokowi jauh dari kriteria saya. Dia gak ganteng #Eh. Haha. Bercanda. Yah pokoknya bukan tipe saya lah. Saya lebih suka cowok yang punya sikap yang tegas dan independen. Kalau tipe saya mah Habibie, Ahok, Yusril sama RK. Kalau ditanya prestasi? Ya bersaing banget lah sama Jokowi. Jadi saya gak merasa ada masalah membandingkan kelimanya. Terus, kayaknya empat orang itu gak kesetir sama siapa2. Kayaknya loh ya. Yah, istrinya paling banter. :P Selain itu cowok harus ganteng (#Eh lagi), cerdas BANGET, berani ‘no matter what they say’ gayanya, bagus komunikasinya dan amanah pastinya. Kalau pilihan realistis, ya liat yang kanst nya gede… Jokowi dong? Nah itu dia. Gada pilihan lain. Kalau akhirnya milih Jokowi mungkin emang nasib aja sama halnya nasib lahir di Indonesia :)) Mau gak mau diterima.

Sebenernya ada sih beberapa yang masih saya KEPO in. :P Prabowo Subianto. Loh kok Prabowo? Jadi ceritanya Uwak yang saya hormati, tahun ini kembali menjadi caleg dari partainya Prabowo. Kalau harus milih anggota DPR, ya saya mending milih Uwak saya lah. Mewakilkan saya sekali. Konsen di dunia pendidikan, seorang insinyur pertanian, pekerja keras, ulama yang cerdas dan ganteng (becanda beneran ini mah. haha. kalau mau jitak saya boleh banget ntar pas ketemu). Nah, kalau saya milih uwak saya, otomatis saya milih Gerindra. Kalau milih Gerindra ya otomatis memberikan kesempatan untuk Prabowo jadi calon Presiden. Jadi perlu juga nih mempelajari Prabowo. Saya suka banget nonton acara wawancara tokoh. Karena kecerdasan biasanya kelihatan dari spontanitas dia menjawab pertanyaan. Akhirnya saya nonton ini. Woooo. Kayaknya cukup masuk kriteria berani dan cerdasnya nih. Tapi masih banyak peer cari tau yang lainnya.

Masih berapa bulan lagi sih pilpres? Masih ada waktu buat mikir kan? Santai aja lah ya kalau gitu. Sekarang Pileg dulu. :D Walaupun uji materi Yusril ditolak MK, tapi saya pengen ikutin dia ah. Pengen naif dengan cara melihat pileg independen dari pilpres. Biar nasib aja yang nentuin siapa pilihan capres nantinya. Karena kalaupun nanti yang menang bukan pilihan saya, setidaknya di DPR nanti ada wakil saya yang bisa ngontrol kinerja Presiden yang di awal kepemimpinannya nanti status dari saya nya adalah “belum percaya”.

Mengkritik Itu Susah

Entah sejak kapan mulainya, tapi sekarang yang namanya sosial media emang gak selamanya isinya menyenangkan. Setidaknya tidak semenyenangkan dulu. Dimana dulu itu isinya orang curhat gak penting tapi lucu. Narsis foto bareng-bareng temen, liburan, tapi masih natural lah gaya dan bahasanya. Hmmm. Atau bully temen rame-rame lewat foto, buddy poke, atau apalah. Sekarang… Entah saya yang nambah tua apa gimana, kok semua orang menebar sepetan, kebencian, fitnah dan hal-hal tidak menyenangkan lainnya. Teman-teman yang dulu menyenangkan malah memilih diam dan siapkan jempol aja untuk ngelike atau ngoment in berita atau info positif. >_<

Yup, kayaknya isinya negatiffffff banyaknya. Kayaknya salah bergaul nih. Hufh!

Tapi gak papa lah. Orang keren itu adalah orang yang tetep keren walaupun lingkungan dimana orang keren itu berada sangat tidak keren. Jadi itu lah keren! *Naon sih* Maksud saya, sekarang PR nya gimana caranya tetap bersikap positif walaupun keadaan sulit. 

Nah, sebagai pengamat pengkritik, saya ingin mengkritik. Haha. Apa coba. Jadi setelah bertahun-tahun belakangan ini mengamati teman-teman yang suka melempar kebencian satu sama lain, seringkali penyakitnya satu, tidak konsisten. Bukan saya gak suka pertobatan yang mana tidak konsisten dari yang dulunya buruk menjadi baik. Tapi yang agak gemes ketidak konsistenan ini sangat tercermin ketika harus menilai diri dan orang lain. Beda banget kalau udah ngritik orang kesannya tuh orang ahli neraka banget gak ada baik-baiknya. Tapi kalau diri sendiri berasa sempurna. Atau gak dalam menilai kelompok. Kesannya kelompok yang dia benci ngupil aja bisa diomongin dan dikatain sampe puluhan komennya. >_< Ampun deh. 

Tapi alhamdulillah sih. Dari mereka saya belajar. Mengkritik itu emang bukan hal yang mudah. Ibaratnya latihan dulu nelen ludah sendiri, baru deh lo kritik. Bukan berarti gak boleh kritik, cuman mengkritik itu adalah perbuatan yang harus “SANGAT HATI-HATI”. Karena ya itu gak lama abis ngritik, eh,,,, Ternyata keburukan dari orang yang dikritik itu ada di diri kita. Artinya kadang emang seseorang melakukan kesalahan. Tapi bukan untuk dikatain atau diomongin secara berlebihan.

Refleksi ini baru saya dapetin di dunia nyata sih bukan di dunia maya. Jadi ceritanya saya lagi bekerja dalam tim. Tugas saya menganalisa kinerja orang. Ini gimana itu gimana. Gampang loh ternyata… Nemuin kesalahan orang trus ngingetin dia dari cara yang baik-baik sampe make emosi saking susahnya diingetin. Tapiiiiiii… Someday saya punya juga salah. Dan sebenernya kalau Allah gak nutupin aib saya, dan meningkatkan nyali orang yang saya awasin itu, bisa aja dia ngeblame saya berlebihan. But thanks Allah… Saya dikasih tau dengan cara baik-baik. Dan itu pun sulit banget awalnya nerima sampe akhirnya emang harus berubah. Ibaratnya, ngritik itu emang jadi lebih gampang dibanding berubah setelah dikritik. Atau mungkin lebih simple lagi, nerima kalau kita dikritik aja, beneran gak segampang ngritik.

But, hey!!! Tulisan ini sila dibaca tapi bukan untuk kalian yang refleksi diri yah. :) Ini mah reminder aja sebenernya buat saya. Saya lagi garis besarin pelajaran hidup ceritanya. Bahwa mengkritik itu emang susah, Bukan pas mengkritiknya. Tapi konsekuensi moral setelah kita melempar kritik tersebut. :)

Peace love and gaul ah!!!

Stay positive, mbak sis, mas bro!

Lagu Anak: Tidak Sesederhana Itu!

Khaleed dalam perkembangannya, terlihat sangat antusias dengan musik. Dia sangat peka sekali dengan musik. Beberapa kali musik bisa membuat dia bahagia. Kalau lagi di carseat, dan bosan, saya memutar musik dan itu menjadi lebih baik. Jika ada musik tiba-tiba terdengar, Khaleed mencari sumbernya dan ikut bergoyang. Uniknya, musik apapun, dangdut, jazz, pop, hip-hop dan lain-lain,

Khaleed selalu bisa mengikuti beatnya. Kalau musiknya cepet ya goyangnya cepet. Kalau slow dan beatnya agak unik semacam jazz pun, dia bisa mengikutinya. Saya baru sadar soal beat ini sebenarnya baru. Ketika melihat anak lain yang juga cukup responsif sama musik, beberapa dari mereka bergoyang, tetapi kurang pas dengan beat musiknya. Wah, saya melihat peluang… ;)

Lupa. Sebelum lanjut ke pembahsan berikutnya, saya jadi ingin cerita beberapa kejadian unik soal beat juga pernah saya alami. Pertama, adzan. Adzan kan beberapa ada yang merdu yah. Terkadang Khaleed ketika mendengar adzan, dia akan bergoyang sambil berfikir. Ini beatnya gimana ya? Kok beda. Kedua, kalau mendengar suara ayam yang lagi ngoceh. Dia melakukan hal yang sama juga. Joget sambil mikir, ini kok beat nya lucu yah. >_<

Lanjut lah ya. Tadi cuman selingan saja. Akhirnya saya menjadi sering menencourage Khaleed untuk lebih menyukai musik. Terkadang saya dan ayahnya bermain gitar dan bernyanyi bersama. Khaleed pun terlihat antusias.  More

Alhamdulillah, Bandung (Bakal) Punya Sungai Keren

Pas dulu di Korea, jalan-jalan ke Cheongyecheon, ngerasa takjub banget dengan sungai itu. Apalagi kalau lihat sejarahnya yang dijelaskan di pinggiran sungai tersebut. Kerennnn bangettt! Pemerintah kota Seoul bisa ngerubah sungai yang mirip banget sama sungai ciliwung lengkap dengan rumah kumuh yang bertengger di pinggirnya, jadi sungai yang bersih, indah dan enak banget buat jadi tempat plesir. Ketakjuban itu membuat sungai itu jadi ‘must visit’ list saya kalau ngajakin teman-teman yang lagi main ke Korea.

Siapa yang pernah berkunjung kesana pasti seneng banget deh. Asik. Setelah dipikir-pikir saya seneng banget liat air. Pantai, sungai, air terjun. Rasanya kalau liat air banyak, apalagi mengalir tuh bikin hati senang. Dan sampai sekarang saya gak tahu kenapa.

Makin senang lagi, kemarin saya ngecek twitternya pak walikota. Kegiatan yang baru aja menjadi hobi (rajin ngecekin twitter orang). Kerjaan yang bikin saya semangat. Kenapa? Karena si bapak walikota satu ini punya banyak ide, kegiatan, yang buat saya, cukup inspiratif.  More

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers